Dongeng Anak Nusantara “Dongeng Klasik dan Moderen”

Arif Gumantia, Ssi

Oleh : Arif Gumantia, Ssi

Membaca web dongeng anak nusantara  setidaknya ada 3 hal yang membuat kita terkesima. Yang pertama adalah kita serasa di bawa dalam terowongan waktu, kembali ke masa kecil. Saat kita selalu di beri dongeng oleh ibu kita. Meski kita sering tertidur pada awal-awal dongeng. dan kadang-2 kita membayangkan menjadi pangeran atau permaisuri dan masuk ke dalam cerita.

Yang kedua adalah secara historis memberikan pemahaman pada kita betapa kuatnya tradisi lisan yang mengakar dalam budaya kita sejak jaman dahulu hingga sekarang. Ada dongeng juga pantun yang merupakan tradisi lisan kita sejak dulu.

Yang ketiga adalah hikmah yang bisa dipetik dari setiap dongeng. secara historik yaitu apakah dongeng tersebut hanya sebuah mitos ataukah sesuatu yang bisa dibuktikan dengan ilmu sejarah tetaplah banyak hikmah yang bisa dipetik dari setiap kisah-kisahnya. Apalagi bagi anak-anak yang merupakan harapan masa depan kita semua. Hikmah dan moral cerita akan membawa bekal bagi mereka untuk selalu menjalani hidup penuh dengan kasih sayang terhadap sesama dan juga alam. Selain itu akan selalu tertanam pada mereka solidaritas, norma, etika, dan estetika dalam kehidupan bermasyarakat.

Web ini menarik karena ada pembagian dongeng klasik dan modern. Hingga pembaca tinggal memilih mana yang ingin di baca. Mempermudah dalam searching dongeng. juga desainnya yang eye catching menjadikan web ini atraktif dan menarik.

Maju terus web dongeng anak nusantara…persembahan untuk anak indonesia , berikan yang terbaik buat negeri ini.

***O***

Arif Gumantia, Ssi

Lahir di madiun, 16-08-1970. Alumni Statistika MIPA UB malang.

Aktif di pendidikan gratis untuk masyarakat “AKADEMI BERBAGI MADIUN”

Juga di gerakan Koin Sastra.

Penulis lepas artikel budaya dan sastra di Media Online dan Offline.

Puisi-2nya diterbitkan oleh Majelis Sastra Bandung dalam antologi Ziarah Kata.

Sehari-hari bekerja di Lembaga Konsultan Bisnis, Politik, dan Budaya

“Dynamic Research” Jatinegara Jakarta.

 

Share

About roni