Sekilas bisa dipahami bahwa Web Dongeng Anak Nusantara, adalah sebuah web yang berupa kumpulan dongeng dan artikel dari beberapa penulis. Website ini kemasannya dibuat sedemikian rupa, sehingga tampilannya disesuaikan dengan selera dan kebutuhan anak-anak. Semuanya adalah upaya agar dongeng bisa dinikmati sebagai sebuah hiburan. Disisi lain, hiburan disini tetap memiliki pesan moral yang menjadi salah satu tujuan dalam sebuah dongeng yang baca atau dibacakan tersebut.
Dalam perkembangannya, penyajian dongeng dalam web Dongeng Anak Nusantara dibuat terpisah antara dongeng klasik dan modern. Cukup menarik dimana kisah yang tersaji bisa digolongkan dalam dongeng murni imajinasi penulis, dan dongeng yang berupa legenda atau cerita rakyat yang pernah ada, atau pernah ditulis dan dikisahkan sebelumnya.
Untuk dongeng modern, sudah jelas bahwa dongeng tersebut adalah original dan terbaru dari penulis. Sedangkan untuk dongeng klasik mungkin perlu ditambahkan kata kata “diceritakan kembali oleh …. “ atau “dikisahkan kembali oleh ….”. Semua itu adalah untuk mempertegas bahwa dongeng yang ada memang sebuh legenda lama yang sudah di kenal sebelumnya. Sehingga asumsi pembaca nantinya terhadap penulis adalah penulis atau pendongeng ulang dari cerita yang sudah di kenal sebelumnya. Sebagai contoh untuk dongeng “Asal Mula Kota Surabaya”.
Selanjutnya, secara keseluruhan dongeng-dongeng yang ada di www.anaknusantara.com ini mengingatkan saya pada dongeng abah (ayah) saya sewaktu kecil. Semuanya sangat menarik dan semoga kedepannya bisa semakin berkembang dan terpelihara dengan baik.
Salam.
***O***
Penulis R-82, hasil wawancara dengan narasumber.
Profil Narasumber :
Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973. Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Biasa berinteraksi kreatif dengan rekan-rekan yang memiliki minat pada seni.
Aktif dalam kegiatan dan organisasi antara lain : Yayasan Multimedia Sastra (YMS) serta di Cybersastra.net (sebagai redaktur puisi), Teater Kunci SMA Negeri Cilegon (sebagai pendiri dan ketua 1989-1990), Teater Ego FE Unibraw (sebagai salah seorang pendiri dan ketua 1992-1994), Unit Aktivitas Teater Mahasiswa Unibraw (sebagai ketua 1993-1994), HP3N (Himpunan Pengarang, Penulis, Penyair Nusantara), Forum Pekerja Seni Malang, Komunitas Sastra Indonesia (KSI), LSMI (Lembaga Seni Mahasiswa Islam), Komunitas Belajar Sastra Malang (KBSM), Masyarakat Sastra Internet (MSI),. Puisi-puisinya dimuat berbagai media massa di dalam dan luar negeri, antara lain: Jurnal Puisi, Bahana (Brunei) dan Persia (Malaysia), Horison, Suara Pembaruan, Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Korantempo, Lampung Post, Jawa Pos, Harian Banten, Sijori Mandiri (Batam), Mimbar Umum (Medan), Majalah Menjemaat (Medan), Majalah Media Pembinaan, Majalah Indikator (FE Unibraw), Tabloid Mimbar (Unibraw), Buletin Kreatif (HP3N Malang), Jurnal Revitalisasi Sastra Pedalaman, Mingguan Pelajar, Buletin Jendela Seni, Buletin Independent (HMI), serta disiarkan melalui Radio Jerman Deutsche Welle, situs cybersastra.net, bumimanusia.or.id dan detikplus.com. Buku-buku puisi yang menyimpan puisinya, antara lain: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), dan Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publishing, 2002) sebagai kumpulan puisi pribadi. Sedangkan antologi puisi bersama rekan-rekan penyair, antara lain: Cermin Retak (Ego, 1993), Tanda (Ego- Indikator, 1995), Kebangkitan Nusantara I(HP3N, 1994), Kebangkitan Nusantara II (HP3N, 1995), Bangkit (HP3N, 1996), Getar (HP3N, 1995 ), Batu Beramal II (HP3N, 1995), Sempalan (FPSM, 1994), Pelataran (FPSM, 1995), Interupsi (1994), Antologi Puisi Indonesia(Angkasa-KSI, 1997), Resonansi Indonesia (KSI, 2000), Graffiti Gratitude(Angkasa-YMS, 2001), Ini Sirkus Senyum (Komunitas Bumi Manusia, 2002),Hijau Kelon & Puisi 2002 (Penerbit Buku Kompas, 2002). Email: nanangsuryadi@yahoo.com









