Negeri di Awan

Penulis: Selsa | Editor: Dian

Kerajaan di atas awan (http://www.wtv-zone.com)

”Rara, anakku, bobo ya…, sini Bunda ceritakan sebuah dongeng pengantar tidurmu,” kataku pada gadisku yang berumur 10 tahun.

”Ya, Bun…,” jawabnya lalu membaringkan tubuhnya di sisiku.

”Alkisah pada jaman dahulu, ada suatu kerajaan yang sangat makmur. Rakyatnya tak pernah merasa kekurangan suatu apa. Raja dan petingginya juga orang yang sangat menjaga amanah rakyat. Negeri itu bertanah subur dan kekayaan alamnya sangatlah melimpah. Mereka hidup damai dan tentram, hidup saling berkasih sayang, dan tolong menolong. Rakyat, raja dan petinggi kerajaan saling asah-asih-asuh sehingga tercipta satu kedamaian yang selalu diimpikan oleh semua orang. Anak-anak bisa menikmati masa mereka dengan keceriaan, ibu-ibu bisa menikmati perannya sebagai seorang pendidik di rumah dengan baik karena tidak dipusingkan oleh bermacam macam kebutuhan yang tak bisa terpenuhi, sedang bapak-bapaknya bekerja dengan penuh semangat karena hasil mereka mencukupi segala kebutuhan rumah tangganya, tak ada kejahatan dengan alasan perut tak tercukupi, semua damai. Hmmm… negeri yang aman tenteram dan damai.”

“Bunda, itu negeri di mana…?” Raraku bertanya.

“Ada, Nak…, ” jawabku lembut.

“Ayo kita pindah ke sana saja Bunda. Di sini Rara suka sedih kalau lihat berita berita kawan-kawan seumuran Rara tak bisa menikmati masa masa mereka dengan keceriaan seperti Rara,” rajuk gadisku kemudian.

“Ah… sayang….,” aku memeluknya.

“Ayo, Bunda.”

“Kita tak bisa pindah ke sana, Sayang,” jawabku mengelus rambutnya.

“Kenapa?” tanya Rara antusias.

“Karena itu hanya negeri di awan, negeri khayalan Bunda,” jawabku tersenyum.

“Ah, Bunda, kirain beneran.”

“Ya, kan tadi Bunda bilang mau mendongeng,” kataku mengelak.

“Dah sekarang bobo, tapi berdoa dahulu, semoga negeri kita secepatnya menjadi satu negeri yang damai dan aman seperti di negeri  atas awan tadi dan nanti kalau sudah besar Rara bisa menjadi generasi yang bisa membawa negeri kita aman dan damai,” lanjutku mengajaknya berdoa.

“Ya, Bunda.” Raraku pun berdoa.

************00000000************

Pesan moral: Tak ada yang tak mungkin bila kita berusaha dan berdoa.

 

Share

About roni