Kisah Katri si Kucing Cantik Yang Sombong

sumber gambar : addictedtoaisyah.blogspot.com

sumber gambar : addictedtoaisyah.blogspot.com

Penulis : Teguh

Katri adalah seekor kucing betina putih yang cantik. Sejak lahir ia dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh kak Mona seorang gadis kelas 3 SMP yang tinggal bersama dengan orang tuanya. Katri mempunyai saudara kucing jantan yang oleh kak Mona diberi nama Romi.

Sejak kecil Katri dan Romi sangat disayang dan dimanja oleh kak Mona. Setiap pagi Katri dan Romi selalu diberi minum air susu yang biasanya telah tertuang di dalam mangkok di halaman belakang. Di sebelah mangkok susu biasanya juga sudah tertuang biskuit kucing untuk mereka berdua. Sepulang sekolah dan malam hari kak Mona juga selalu memberi makan Katri dan Romi dengan sepiring nasi panas yang telah dicampur dengan ikan tongkol. Begitulah setiap harinya berulang.

Beranjak dewasa, Romi mulai belajar mencari makan sendiri dan bergaul dengan kucing-kucing lainnya. Tak jarang Romi dan teman-temannya mencari makan dan bermain sampai ke kampung sebelah dan pulang ke rumah kak Mona di malam hari.

Berbeda dengan Romi, beranjak dewasa Katri menjadi seekor kucing yang manja. Sikap Katri yang manja ini disebabkan karena kak Mona yang selalu memanjakannya. Untuk urusan makan, Katri selalu menunggu kak Mona memberikan semangkok nasi hangat dengan ikan tongkol sebagai lauknya. Sambil makan, tak jarang kak Mona mengelus Katri sehingga membuatnya menjadi semakin manja.

Karena terus dirawat dengan baik oleh kak Mona, Katri tumbuh menjadi seekor kucing yang cantik sekali. Namun demikian amat disayangkan karena terlalu dimanja Katri juga menjadi kucing yang sombong. Katri jarang sekali keluar rumah dan memilih untuk bermain-main sendiri di dalam rumah. Setiap Romi mengajaknya bermain keluar Katri selalu menolak dan memilih bermain sendiri.

“Ayo Katri, kita keluar cari makanan baru bersama teman-teman, nanti aku kenalkan,” tawar Romi suatu hari ke Katri.

“Meoww,… tidak mau ah Rom. Pasti makanan-makanan sisa di tempat sampah..Aku tidak mau,” begitu selalu tolak Katri.

“Katri, kamu harus tahu kehidupan diluar sana. Bergaul dengan kucing-kucing yang lain dan bermain bersama,” bujuk Romi.

“Meoww,…tidak mau ah Rom. Nanti bulu Katri jadi kotor. Tidak mau…,” tolak Katri selalu.

*****

Pada suatu pagi, Katri bangun dari tidurnya dan segera beranjak berlari kecil menuju ke mangkok tempat dimana biasanya susu dan biskuit kucing untuknya sudah tersedia. Namun ternyata pagi itu berbeda dengan pagi-pagi biasanya. Katri terkejut karena baru kali ini mangkok dihadapannya kosong melompong tak terisi apapun.

“Meooww…Meowww….,” Katri berjalan perlahan memasuki pintu belakang rumah sambil mengeong mencari kak Mona.

“Meooww…Meowww…,” ngeong Katri terus menerus sambil mengelilingi seisi rumah mencari kak Mona. Setelah 5 menit mencari ternyata kak Mona tidak ada di rumah. Katri hanya melihat bi Sumi yang biasanya membersihkan mangkok tempat makannya.

Katri bingung karena baru kali ini ia tidak mendapatkan jatah susu dan biskuit di pagi hari, ditambah lagi kak Mona yang dicari-carinya tidak ada. Setengah bingung Katri berjalan perlahan menuju sudut halaman di bawah pohon belimbing. Di situ Katri duduk merebahkan kepala dan lehernya di atas kaki depannya.

Tak lama kemudian datanglah Romi saudaranya mendekati.

“Semalam ada mobil putih ambulans membawa kak Mona, Katri. Sepertinya kak Mona kita sedang sakit,” jelas Romi.

Mendengar penjelasan Romi saudaranya, Karti terkejut sekali. “Meowww… benarkah Rom?”

“Benar Katri, semalam aku dan teman-teman melihat kak Mona digotong masuk ke mobil ambulans.”

“Meooww… kasihan sekali kak Mona kalau sampai sakit Rom,” jawab Katri sedih.

“Mudah-mudahan ia cepat sembuh Katri.”

Katri mengangguk perlahan dan kembali ke posisi tengkurap dengan leher dipanjangkan ke depan.

“Katri, bagaimana kalau kita sekarang bermain dan mencari makan bersama teman-teman yuk”, bujuk Romi.

“Meooww… Tidak ah Rom. Aku tidak mau main-main kena panas dan mencari makanan sisa.”

“Katri, lantas kamu mau makan apa?”

“Meoowww… Aku menunggu sampai kak Mona sembuh dan kembali pulang ke rumah,” jawab Katri.
Romi hanya terdiam dan tidak bisa membujuk Katri lagi. Akhirnya Romi meninggalkan Katri sendirian dan berlari kecil mencari teman-temannya.

Sudah 2 hari Katri menanti kak Mona pulang dari rumah sakit namun ternyata kak Mona masih belum pulang juga. Selama 2 hari itu, Katri hanya minum air seadanya di pot bunga teratai dan tidak makan. Katri merasa lemas sekali dan tak kuat menahan lapar.

Sore harinya Romi datang dan mendapati Katri terdiam lemah dan lesu.

“Katri, kamu sudah 2 hari tidak makan pasti kelaparan sekali ya?”, tanya Romi.
Katri hanya bisa mengangguk lemah.

“Tunggu di sini ya, aku mau carikan makanan untukmu,” ujar Romi sambil berlari kecil perlahan menjauhi Katri.

Setelah 30 menit berlalu, dari kejauhan Katri melihat Romi datang dengan tas plastik hitam digigitannya.

“Katri, ini ada beberapa tulang dengan daging yang masih melekat. Dimakan ya,” ujar Romi.

Katri bangkit dan mengendus-endus isi tas plastik hitam tersebut. Katri tidak langsung mencabik plastik tersebut dan memakan ikan sisa di dalamnya. Katri terlihat bingung dan ragu untuk memakannya. Selama ini Katri hanya mengerti lauk hangat yang sudah disajikan di dalam mangkok.

“Makanlah Katri, percayalah walau itu ikan-ikan sisa namun rasanya nikmat. Makanlah,” bujuk Romi.

Perlahan Katri mendekatkan mulutnya ke ikan-ikan tersebut. Setelah sekian detik akhirnya Katri mulai menggigit dan memilah daging-daging ikan dari tulangnya dan menyantapnya. Awalnya aneh bagi Katri karena tidak terbiasa namun ternyata lama kelamaan Katri bisa merasakan bahwa ikan-ikan tersebut memang nikmat sekali.
Romi yang melihat Katri mulai makan dari hasil ikan yang dicarinya merasa senang sekali.

“Bagaimana Katri, benar kan ikannya terasa nikmat,” tanya Romi.
Katri merasa malu mendapat pertanyaan dari Romi tersebut. Selama ini ia tidak pernah mau mencari makan selain makanan yang disiapkan oleh kak Mona. Walau dibujuk berulang kali oleh Romi tetap saja ia tidak mau. Setelah kini ia merasakan sendiri nikmatnya makanan lain Katri merasa malu.

“Maafkan aku Romi, ternyata ikan ini nikmat sekali. Maafkan aku juga yang sebelum-sebelumnya tidak pernah mau untuk makan makanan lain selain dari kak Mona”, ujar Katri.

Romi tersenyum mendapat jawaban dari Katri. “Sudahlah, engkau sekarang masih lemas karena 2 hari tidak makan. Istirahatlah, besok pagi akan kucarikan lagi makanan untukmu,” ujar Romi.

Selama 2 hari berturut-turut Romi selalu membawakan Katri makanan dan Katri yang mulai sehat selalu memakannya dengan lahap. Keesokan harinya Romi mencoba mengajak Katri untuk mencari makanan dan bermain dengan kucing-kucing yang lain.

“Katri, kamu harus mulai mencari makanan sendiri. Ikut denganku nanti akan kuajari bersama teman-teman,” ajak Romi seperti sebelum-sebelumnya.

“Sebetulnya aku mau mecari makan bersamamu, tapi aku malu ke teman-temanmu karena selama ini aku tidak mau bergaul dengan mereka”, jawab Katri.

Romi tersenyum dan berkata “Katri, teman-temanku adalah kucing yang baik semua. Percayalah mereka akan senang berteman denganmu.”

Katri masih ragu karena ia takut nantinya menjadi bahan olok-olokan kucing lainnya. Mengerti Katri masih ragu berkatalah Romi “Kamu tunggu di sini sebentar. Kubuktikan kalau teman-temanku ini akan menjadi teman yang baik juga untukmu”. Romi meninggalkan Katri yang masih bingung dan malu.

Tak lama kemudian dari kejauhan Katri melihat Romi bersama keempat temannya berlari kecil menuju ke arahnya. Setelah mendekat mereka berlima berdiri dihadapan Katri sambil tersenyum dan mengeong ramah.

“Halo Katri, perkenalkan namaku Rosi. Sementara yang disebelahku ini adalah Doni, Lucky, dan Mini,” Rosi memperkenalkan diri yang lantas disambut dengan meongan bersama mereka berlima termasuk Romi. “Meeeooowwww….”
Katri terdiam malu. Selama ini ia tak pernah bergaul dengan kucing manapun selain Romi. Agak canggung Katri membalas sapaan mereka berlima.

“Tak perlu malu Katri, kami mau mengajakmu bermain dan mencari makan hari ini,” ujar Lucky seekor kucing jantan berwarna coklat.

Katri tak menyangka kalau teman-temannya Romi sangat baik padanya. Selama ini Katri mengira mereka adalah kucing-kucing liar yang tak ramah karena tak bertuan, tidak seperti dirinya. Akhirnya Katri tersenyum masih sedikit canggung dan mendekati mereka berlima.

“Terima kasih sudah mau berteman denganku. Aku mau ikut mencari makan dan bermain dengan kalian. Ajari aku mencari makan ya,” ujar Katri.

“Meoowww….,” Romi dan teman-temannya mengeong bersama sebagai tanda mereka siap membantu Katri belajar mancari makan dan bermain bersama.

Tak lama kemudian, Katri dan teman-teman barunya pun berlari kecil sambil sesekali bercanda meninggalkan halaman rumah kak Mona. Tak perlu terlalu lama bagi Katri untuk akrab dengan teman-teman barunya yang baik hati.

Begitulah, akhirnya Katri kini bukan lagi seekor kucing yang manja dan sombong. Meskipun kak Mona sudah sembuh kembali ke rumahnya dan tetap selalu memberikan makan untuk Katri, namun Katri selalu menyempatkan waktu untuk bermain dan mencari makan bersama teman-temannya. Sekarang Katri menjadi seekor kucing betina putih cantik yang mudah bergaul dan disenangi oleh kucing-kucing lainnya.

Katri selalu gembira bermain dengan teman-temannya (sumber gambar : keywordpictures.com)

***********
Pesan Moral :
Kita tidak boleh sombong dan terlalu menggantungkan diri ke orang lain.
Setiap makhluk hidup harus hidup rukun dan saling membantu agar mendapatkan kebahagiaan.

Share

About teguh