Komi, Anak Komodo Si Calon Artis Dunia

Penulis : R-82

r-8

Komi ingin menjadi Artis (http://grou.ps/)

Pagi yang Cerah itu, Komi sedang berjalan jalan di pekarangan rumah pak Tani. Disana Komi sering sekali di beri makan oleh pak Tani, Komi memang bersahabat dan sangat di sukai penduduk disana. Karena kehadiran Komi membawa keberuntungan dan rejeki untuk mereka.

Biasanya, setiap hari Sabtu dan Minggu, Komi sering melihat wisatawan yang datang. Komi senang sekali jika wisatawan itu datang, karena kehadiran mereka sangat dinantikan oleh penduduk. Wisatwan itu, bisa membeli makanan untuk keluarga Komi.

Suatu ketika, Komi melihat penduduk bertepuk tangan. Mereka bersorak dan sepertinya sangat senang. Para penduduk itu sedang menonton televisi di rumah Pak Tani. Karena di desa itu hanya ada satu  televisi saja. Dan di rumah Pak Tani lah televisi itu berada.

Dengan riang, Pak Tani keluar dari pintu rumahnya. Dia melambaikan tangan kepada Komi. Sepertinya Pak Tani memanggil Komi, panggilan itu adalah panggilan seperti biasa jika Komi akan diberi makanan. Tapi kali ini lain, karena Pak Tani tidak membawa sesuatu di tangannya. Tidak seperti biasanya yang selalu memegang sesuatu jika memanggil seperti itu.

Tanpa berfikir panjang lagi, Komi berjalan mendekati Pak Tani. Dia berjalan sambil menjulurkan lidahnya, cepat sekali seperti ular. Lidah itu memang biasa Komi gunakan untuk melihat tanda, merasakan dan mengganti penglihatannya. Karena dia bisa merasakan hawa panas dan mendeteksi keadaan di sekitanya dengan lidah itu. Bahkan Komi bisa merasakan sesuatu yang bisa dimakannya, hingga jarak lebih dari 1000 meter atau 1 kilo meter.

Komi berjalan perlahan. Sesampainya di pintu rumah Pak Tani, Komi berhenti. Dia melihat beberapa nelayan sedang menonton televisi. Rupanya mereka senang karena dalam televisi itu ada gambar mereka, dan ternyata disana ada juga Komi, dia sedang bermain dengan wisatawan yang beberpa hari yang lalu datang ke desa itu.

Komi tidak masuk ke rumah Pak Tani, dia tau jika dia masuk biasanya dimarahi, oleh karena itu dia hanya berdiri saja di dekat pintu. Melihat mereka sedang menonton televisi. Tiba tiba seseorang berkata sambil menunjuk ke arah Komi.

“Komi! Kamu sebentar lagi akan menjadi artis dunia. Karena kamu akan menjadi si Anak Ajaib”

“Hush, Bukan anak ajaib. Tapi di Pulau kita akan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban di dunia” Pak Tani yang tadi memanggil Komi menjelaskan.

“Iya pokoknya si Komi akan menjadi artis, seperti Briptu Norman ya”

“Waah jangankan Briptu Norman. Nanti si Komi akan lebih terkenal lagi daripada Justin Bieber”

Merekapun terus bercerita tentang si Komi yang akan menjadi artis terkenal. Komi mendengarkan semua pembicaraan mereka. Komi sangat senang dengan itu, dan setelah Komi cukup mendengarkan itu, Komi kemudian beranjak darisana. Komi ingin memberitahukan kabar gembira itu kepada keluarganya.

Komi di halaman Pak Tani (http://www.dragoart.com/) 

 

****

“Hey Komi! jangan lari lari seperti itu. Kamu kenapa?”

“Hosh… Hosh… Ibu ada kabar baikBu. Tadi Komi Liat di TV Pak Tani. Kita semua ada di dalam TV Bu” Dengan nada yang hampir kehabisan nafas, komi berkata kepada ibunya.

Ibu Komi kemudian memeluk Komi. Sudah bebrapa hari ini mereka memang tidak berkumpul karena Komi senang sekali berada di dekat rumah Pak Tani. Kemudian ayah Komi mendekat, dia terlihat sedang sibuk dengan makanan hasil buruannya.

“Hey anak badung! Kemana saja kamu gak pulang-pulang?”

Ayah Komi berkata sambil menepuk kepala Kopi dengan kasih sayang. Komi melepaskan pelukan ibunya, kemudian dia tersenyum. Dia tau sekali jika ayahnya merindukan dia, karena biasanya dia ikut berburu di hutan. Tapi beberapa hari ini memang Komi tidak pulang.

“Ayah! Kita akan jadi artis lho. Karena katanya kita itu termasuk keajaiban di dunia, tadi Komi denger obrolan nelayan dan petani di desa”

Komi bercerita dengan semangat. Dia memang berlari menuju orang tuanya untuk memberikan kabar baik itu. Mendengar perkataan itu, ayah Komi terdiam. Dia sepertinya mengingat sesuatu, dan tidak berapa lama, dia kemudian berkata kepada Komi.

“Hmm, ayah sudah tau itu. Dulu ada wisatawan asing yang mengobrol dekat ayah. Dan katanya pulau kita ini akan temasuk pada nominator N7W atau dalam bahasa Indonesianya tujuh keajaiban dunia. Itu sudah lama kok ayah taunya. Waktu itu kamu masih bayi” Ayah Komi berkata dengan tenang sambil mengibas ngibaskan ekornya.

“Berarti benar ayah kita akan terkenal. Asyiiik, horeeee!”

Dengan riangnya, Komi berguling guling di tanah. Ibu dan ayahnya melihat Komi dengan tersenyum. Kemudian ayah Komi menjalan menuju buruannya yang disimpan beberapa meter dari tempat itu. Sementara itu ibunya masih melihat Komi yang masih berguling guling sambil menepuk nepukkan kakinya.

“Oh iya besok kita ke rumah Pak Tani bersama yu bu. Biar kita sama sama memastikan bagaimana kelanjutannya obrolan tadi itu ya!”

“Ibu sih sudah terlalu Komi. Mau jadi artis kek atau bintang fil kek, ibu sih gak mau ngurus. Toh kita kan akan seperti ini saja. Tinggal di hutan ini kan lebih baik, jangan jangan nanti malah kita tinggal di kandang kalo jadi artis. Ibu lebih suka tinggal di hutan seperti ini.”

Tiba tiba Ayah komi mendekat sambil membawa makanan hasil buruannya untuk Komi. Dia spertinya terburu buru dan menjatuhkan makanan itu di depan Komi, Kemudian dia langsung berkata.

“Lho kokbegitu. Justru dengan menjadi tujuh keajaiban dunia. Kita itu akan lebih diawasi. Kiata akan lebih di jaga lagi kelestariannya bu. Apalagi pulau kita ini sudah nobatkan sebagai world natural heritage oleh UNESCO sejak   tahun 2001. Maka kita itu sudah di awasi dan tidak boleh di rusak. Dengan menjadi bintang sebagai tujuh keajaiban dunia, maka kita akan lebih di kenal dan lebih di awasi lagi. Bahkan oleh penduduk dunia, bukan hanya dari Indonesia saja.”

Ayah komi menjelaskan dengan nada yang lantang. Sementara itu Komi dan ibunya mendengarkan dengan seksama. Komi tidak seperti biasanya yang langsung memakanhasil buruan ayahnya, karena dia masih penasaran, Komi kemudian bertanya pada ayahnya.

“Kok ayah bisa tau itu?”

“Nah makanya kalo ada wisatawan yang mengobrol itu, bukan hanya memakan makanannya, Tapi kita juga harus mendengarkan apa yang mereka katakan. Makanya ayah bisa tau”

Setelah mendengar perkataan ayahnya itu, Komi mengangguk pertanda mengerti. Kemudian di suruh untuk makan oleh ayahnya. Dan tanpa di suruh lagi, Komi langsung memakan semuanya dengan lahap sekali. Ayah dan ibu komi berdiri bersampingan, Dia senang melihat Komi yang rakus memakan makanan itu.

Setelah selesai makan, mereka kemudan mengobrol bersama. Mereka kemudian menyepakati untuk datang ke desa esok pagi. Mereka ingin mengetahui kabar terbaru secara bersama sama.

Komodo

Komi Bermimpi menari di atas panggung (http://gambarnyaaldriana.blogspot.com/)

***

Pagi itu, Komi dan orang tuanya sudah tiba di pekarangan tumah Pak Tani. Namun sepertinya mereka melihat pemandangan yang tidak seperti dibayangkan. Karena terliah Pak Tani sedang duduk melamun di depan rumahnya. Pak tani spertinya bersedih, karena dia tidak ceria seperti yang Komi lihat kemarin.

Tiba-tiba seseorang datang menhampiri Pak Tani, mereka kemudain mengobrol. Mereka mengobrol culup lama, Komi dan keluarganya mendegarkan dari pekarangan. Ternyata, mereka sedang mengobrolkan tentang Pulaunya yang hampir tidak jadi menjadi tujuh keajaiban di dunia, karena kurang dukungan. Ternyata dukungan itu memang harus dilakukan oleh banyak orang dan salah satunya dengan mengetik KOMODO dan di kirim ke nomor 9818.

“Bu kenapa yang kita kurang dukungan? Apakah kita kurang ajaib? Kita kan sejak ribuan taun lalu tidak berevolusi seperti hewan purba yang lainnya?”

“Sabar ya Komi. sekarang masih ada waktu kok, mereka pasti mendukung kita. Karena kata Pak tani juga kan yang sms itu sudah di gratiskan. Jadi pasti mereka mendukung kita.”

Ayah Komi berkata untuk menenangkan komi yang terlihat bersedih. Ayah Komi kemudian mengajak Komi untuk berburu di hutan. Karena itu bisa membuat Komi melupakan kesedihannya. Sambil berjalan, ayah komi banyak bercerita, sehingga komi tidak terlalu bersedih.

Setelah mereka sampai di hutan, Komi melihat binatang buruan kesukaannya, sketika itupun Komi berlari mengejarnya. Ayah dan ibu Komi tersenyum, dia senang sekali melihat komi ceria sperti itu. Dengan segara, Ayah dan ibu Komi pun membantunya mengejar buruan itu.

 

r-82

Ayah ibu si Komi (http://grou.ps/)

 

Share

About roni