Putri Bunga

Penulis: Princess E. Diary | Editor: Hamzet

Putri (www.wallcoo.net)

Dia suka mengamati semua yang ada disekitarnya. Burung yang terbang di udara, padi yang mulai menguning, pelangi yang muncul, bunga yang mulai mekar dan semua yang bisa dilihat oleh matanya tak luput dari pengamatannya.

Tapi diantara semua hal yang dia suka amati, ada satu yang merupakan kegemarannya, yaitu mengamati bunga-bunga yang bermekaran di taman.

Dia sering seperti terpesona melihat indahnya warna-warni bunga, membuat dia mampu mengamati sampai berjam-jam lamanya, sampai panggilan bunda menyadarkannya untuk beranjak dari taman itu.

“Putri, kenapa kamu suka sekali melihat bunga-bunga itu nak? Sampai berjam-jam lamanya kamu habiskan hanya untuk mengamati mereka.” Tanya bunda padaku.

“Putri ingin tahu ada apa didalam bunga-bunga itu bunda. Seperti ada yang tinggal didalamnya.”

“Oh, kenapa putri bisa berpikir seperti itu nak?”  kembali bunda bertanya.

“Iya, karena putri melihat betapa luar biasa efek bunga ini kepada orang yang lagi sedih. Kapan hari putri melihat tante inge sedang sedih duduk termenung sendirian di bangku taman di pusat kota, tapi wajahnya langsung berubah saat adik suri datang membawakannya setangkai bunga. Sorot mata yang tadinya sendu menjadi riang melihat bunga itu. Luar biasa kan bunda?”

“Lain waktu pada saat putri mengunjungi teman yang sakit di rumah sakit, tak sengaja mendengar percakapan pasien yang ada disebelah. Dia mengatakan pada suster rumah sakit bahwa bunga-bunga yang diganti tiap hari membuat dia merasa fresh dan semakin sehat tiap harinya. Berarti bunga itu bisa dibilang adalah obat paling bagus bukan?”

Mendengar putri menceritakan dengan bersemangat hasil pengamatannya, membuat bunda hanya bisa tersenyum, jawaban apakah yang bisa diberikan kepada putri? Sedangkan bunda sendiri juga tidak mengetahui apa yang ada didalam bunga itu. Yang pasti semua yang dikatakan putri adalah benar, bunda juga merasakan hal yang sama ketika ayah putri datang membawakan bunga, seulas senyum pasti langsung muncul secara otomatis di wajahnya.

“Benar juga ya, ada apakah didalam bunga itu?” tanya bunda dalam hati.

*******

 

Bunga yang memberikan kesegaran (http://nature.desktopnexus.com)

Rasa penasaran putri sampai terdengar juga ke telinga rakyat kerajaan bunga, mereka melaporkan ke penguasa kerajaaan bunga yaitu ratu mawar.

Ratu Mawar yang bijak mendengarkan laporan dari rakyat memutuskan bahwa sudah saatnya untuk mengajak putri ke kerajaan bunga ini supaya dia tidak penasaran lagi.

Saat putri kembali mengamati bunga di taman di siang hari, tiba-tiba dia merasa aneh, tubuhnya tambah lama tambah mengecil dan tumbuh sayap indah dipunggungnya. Sambil terbelalak putri menyaksikan semua hal disekelilingnya menjadi semakin besar.

Sambil menenangkan jantungnya yang tak berhenti berdetak dengan kencang, putri mulai mengamati dunia baru ini. Ternyata ada rumah-rumah kecil di tiap bunga yang ada disini, bunga-bunga yang mendadak menjadi besar sekali ukurannya, tapi karena seringnya putri mengamati bunga di taman dia tetap mengenali bunga-bunga ini adalah bunga yang sama hanya berbeda ukuran.

Dengan sayap barunya putri terbang ke salah satu bunga yang paling besar, yaitu bunga mawar merah.

“Selamat datang putri, masuklah.” panggil ratu mawar padanya.

Putri melihat dengan kagum seorang yang cantik dan anggun dengan mahkota di kepalanya, seperti seorang ratu, demikian pikir putri.

“Aku mendengar dari rakyatku bahwa kamu penasaran dengan bunga-bunga di taman, oleh sebab itu aku mengundangmu kesini. Aku adalah ratu mawar, penguasa kerajaan bunga.”

“Terima kasih sudah diundang ke kerajaan yang indah ini ratu. Putri benar-benar senang sekali.”

“Karena kamu sudah berada disini, mari aku ajak ke sebuah bunga, bunga cinta namanya.”

Putri pun ikut terbang mengikuti ratu mawar ke bunga besar yang bernama bunga cinta.

“Nah putri, disinilah kami mengumpulkan serbuk cinta tiap harinya, serbuk cinta ini diolah dari sinar matahari dan embun pagi yang selalu ada tiap pagi yang merupakan lambang cinta penguasa langit dan bumi kepada dunia. Serbuk cinta yang sudah jadi dikumpulkan di bunga cinta ini, dan setiap hari ada putri-putri bunga yang mengambil dan menghiasi rumah bunga mereka dengan serbuk ini. Itulah sebabnya setiap orang yang melihat bunga akan melihat keindahan yang dibungkus cinta.”, jelas ratu mawar dengan panjang lebar.

Sambil manggut-manggut kagum mendengarkan penjelasan dari ratu mawar, timbul sebuah ide dari putri.

“Ratu, bolehkah putri menjadi salah satu putri bunga yang ada disini? Putri ingin memberikan keriangan dan kebahagiaan ke orang lain lewat serbuk cinta tadi.”

Sambil tersenyum dengan bijak ratu mawar berkata, “Ah putri, untuk menjadi putri bunga tidak harus berada di tempat ini dan menggunakan serbuk cinta ini. Menurutku putri bunga adalah mereka yang memiliki hati seperti bunga, yang selalu ingin memancarkan keharuman dan keindahan tanpa menuntut balas. Itulah kecantikan hati yang sesungguhnya. Putri sudah memiliki hati yang cantik, jagalah agar hati ini terus harum ya, jangan biarkan busuk dengan iri dan dendam kebencian pada orang lain.”

Semakin kagumlah putri melihat penjelasan ratu mawar, muncul semangat baru didalam dirinya.

“Ya mulai sekarang akan kujaga hatiku supaya tetap harum dan indah, aku tidak mau lagi berteman dengan kebencian dan cemberut, aku mau menjadi penyebar kebahagiaan buat orang lain dengan sikapku yang manis dan menyenangkan.”

“Karena akulah sang putri bunga.”

http://www.flash-screen.com

Share

About roni