Super Garuda

Penulis: Erri Subakti |Editor: Hamzet

Dahulu kala ada seorang pangeran yang pandai berkuda dan berani melawan ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya.
Pada suatu hari dia melihat seorang putri yang sangat cantik. Seorang putri dari kerajaan langit. Sang pangeran sangat ingin mempersunting putri cantik tersebut. Tapi bagaimana caranya? dia memang pandai berkuda dengan sangat cepat, dia memang pandai bertarung, tapi dia tidak pandai terbang….
Sang pangeran pun bersedih….. Namun tiba-tiba seekor kupu-kupu menghampirinya dan menanyakan perihal kesedihannya. Sang pangeran pun menceritakan apa yang dialaminya. Mendengar kisah sang pangeran, si kupu-kupu akhirnya bersedia untuk mengajarkan pangeran tersebut untuk terbang. “Tapi aku hanya bisa mengajarkanmu terbang sampai ke pucuk pohon tertinggi saja…” kata si kupu-kupu.
Maka sejak saat itu dari waktu ke waktu, sang pangeran terus belajar dari kupu-kupu untuk dapat belajar terbang ke pucuk pohon tertinggi. Sangat berat dan sulit, namun tekad di hatinya menguatkannya untuk terus belajar dari kupu-kupu.  Dan tak terasa hari itu pun tiba ketika sang pangeran telah berhasil terbang hingga ke pucuk pohon tertinggi.

Teringat kembali akan keinginan kuatnya untuk ‘menjemput’ mimpinya terbang ke langit untuk mempersunting sang putri dari langit. Sang Pangeran kemudian bertemu dengan Elang, dan menceritakan maksudya bahwa ia ingin belajar terbang dari Elang.

“Baiklah, tapi saya hanya bisa mengajarkanmu terbang hingga ke puncak gunung tertinggi.” , jawab si Elang.

Kembali hari demi hari harus dilalui sang pangeran untuk belajar terbang bersama Elang… bukan mudah tentunya. Tapi sang pangeran tetap teguh untuk bisa berhasil terbang hingga ke puncak gunung tertinggi.

Dan sampailah pada hari itu ketika sang pangeran berhasil mencapai puncak gunung tertinggi. Merasa dirinya belum cukup tinggi untuk mencapai langit di mana putri yang diimpikannya berasal, sang Pangeran lantas melanjutkan pelajaran terbangnya kepada angin. Angin pun mengantarkan sang pangeran untuk berkeliling bumi…. Tapi ini pun belum cukup. Sang putri masih jauh dari jangkauannya…. kepada siapa lagi Sang Pangeran harus belajar terbang?
Tiba-tiba saja berkelebat sebuah bintang jatuh….
Sang Pangeran tanpa menyia-nyiakan waktunya, langsung menyatakan kehendaknya untuk bertemu sang putri impian di langit.
Gayung bersambut, Bintang Jatuh setuju untuk membawa sang pangeran turut bersamanya melesat di dingin dan gelapnya antariksa.
“Berpegang eratlah, dan tutup matamu. Jika kau merasakan di hatimu bahwa putri yang kau inginkan telah dekat, bukalah matamu dan katakan padaku.” , kata Bintang Jatuh.
Sang Pangeran berpegang erat kepada Bintang Jatuh dan menutup matanya. Mereka pun melesat dengan kecepatan yang luar biasa dahsyat dalam belantara ruang angkasa. Hingga akhirnya Sang Pangeran secara perlahan mulai merasa di hatinya semakin hangat, dan dia yakin bahwa Sang Putri impiannya telah dekat. Sang Pangeran pun membuka matanya….
“”Lihat, itulah bidadari impianku…!” seru sang pangeran dengan sangat gembira. Melihat sesosok putri yang sangat cantik jelita tiada taranya, Bintang Jatuh pun terkesima. TIba-tiba, tanpa pikir panjang, didorongnya tubuh Sang Pangeran hingga terlontar jatuh…. hancur lebur berkeping-keping…
Sementara itu Bintang Jatuh dengan serta merta malah menjemput Sang Putri untuk dirinya sendiri…..
Selesaikah kisah ini dengan tragis….? Belum….
Kekuatan cinta Sang Pangeran, keteguhan hati, dan kerja kerasnya untuk dapat menjemput mimpinya ternyata tetap berbuah hasil…. Serpihan kepingan tubuhnya telah memiliki energy untuk bermetamorfosa menjadi figur yang semakin kuat dari sebelumnya. Bukan saja mampu berkuda dan bertempur melawan ketiudakadilan di muka bumi, kini iapun memiliki kekuatan untuk melesat secepat kilat. Dia menjadi SUPER GARUDA…!!!
Siap membasmi segala kejahatan di muka bumi pertiwi. Lebih kuat dari KPK dalam memberantas korupsi, lebih hebat dari Densus 88 dari menumpas terorisme. Dan lebih cepat dari aparat birokrasi dalam menuntaskan kasus atau mengurus perizinan…. :)
hehehe……
Semoga adik-adik sekalian bisa terhibur dan bertambah pengetahuannya. Dan memberikan inspirasi bahwa jika kita sudah berada pada ‘puncak’ karir, kawan yang seiring sejalan pun kadang malah menjerumuskan kita. Tapi jangan takut, karena pada akhirnya keadilan dan kebenaran itu akan tegak jika kita memiliki tekad yang kuat dan usaha yang tulus…. :)

Ilustrasi (koleksi pribadi Erri Subakti)

Gambar oleh Erry subakti.

Share

About roni