Tom Anjingku

Penulis : Christie Damayanti l Editor: Langit

Tom, Anjing yang baik (http://www.how-to-draw-cartoons-online.com)

Bertahun-tahun yang lalu, hiduplah seekor anjing yang menarik, seekor anjing Beagle. Kami sekeluarga menamainya Tom. Awalnya Tom hidup di tempat penampungan anjing, namun kemudian dia diadopsi oleh kami sekeluarga sebagai anjing peliharaan. Kebetulan saja, kami sekeluarga senang memelihara anjing dan binatang lainnya. Karena Tom adalah satu-satunya anjing peliharaan di rumah kami, ia dirawat dengan baik. Kami membuatnya rumah kayu yang bagus dan diberikan selimut yang tebal agar dia nyaman. Selain itu, setiap hari pembantu rumah dengan rutin memandikan Tom dan memberikannya makanan yang lezat dan penuh gizi. Ia tumbuh menjadi anjing yang bersih dan kuat, tidak seperti anjing kebanyakan.

Tom berteman dengan banyak binatang-binatang di sekitar kami. Berteman dengan sesama anjing teman-temannya, kuda, burung bahkan kucing. Tom memang benar-benar istimewa, sangat penyayang dan periang. Dia selalu mengibas-ibaskan ekornya, bila ada yang mendatangi rumah kami dan tidak pernah menggonggong. Selalu mengajak bermain dengan siapa saja.

Karena mendapat pelayanan yang baik, dan kasih sayang dari kami. Tom sangat setia dan patuh. Setiap ada orang yang mengganggu kami atau mereka yang ingin mencuri di rumah kami, Tom akan menggonggong sekeras mungkin, sehingga membuat sang pencuri menjadi takut dan mengurungkan niatnya untuk mencuri di rumah kami.

Dia adalah binatang kesayangan kami. Ketika malam tiba, ia tidur di atas selimut yang bagus di dalam rumah kandang kayunya yang indah. Setiap jam makan, tanpa perlu bersusah payah, makan-makanan yang lezat akan disajikan dihadapannya dalam waktu singkat oleh pembantu rumah tangga kami.

Melihat perlakuan kami kepada Tom yang begitu baik dan penuh kasih sayang, anjing-anjing disekitar perumahan dimana kami tinggal, tidak menyukainya dan memusuhinya. Mereka iri karena hidup mereka tidak seberuntung Tom. Sesekali terlihat, gerombolan anjing melewati rumah kami. Bukannya mengajak berteman, malah mereka mengejeknya dan mengganggunya dengan kata-kata yang kurang pantas.Namun Tom tidak menggubris apa saja yang dikatakan kawanan anjing tersebut.

Dalam hati dia berkata, “Dasar orang miskin, kalian memang harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan yang layak dan rumah yang hangat. Lihatlah saya, adalah anjing yang sangat beruntung. Jadit idak perlu saya bersusah payah untuk membalas mereka. Malah justru menambah penderitaan dan sakit hati mereka”. Jadi setiap kali dia diganggu, dia akan berusaha menutup kupingnya, dan berlalu dari hadapan kawanan anjing yang selalu menganggu dia.

Pada suatu hari, ketika dia berjalan bersama ku, Tom bertemu dengan kawanan anjing yang biasanya menganggu dia di rumah. Anjing-anjing tersebut dilempari batu oleh beberapa pemuda-pemuda brandal. Anjing-anjing tersebut kelihatannya terpojok sekali, tidak dapat melarikan diri. Malah yang lebih mengerikan, pemuda-pemuda itu terus melempari ajing-anjing itu dengan batu yang lebih besar. Tentu saja perbuatan mereka menyebabkan beberapa dari kawanan aning itu menjadi terluka. Banyak darah bercucuran dari badan, hidung dan kepala mereka. Anjing-ajing itu sudah tidak berdaya, namun tetap saja dianiaya oleh pemuda-pemuda brandal tadi.

Melihat kejadian itu, Tom tidak bisa menahan dirinya. Dia yang memiliki tubuh yang besar dan kuat serta memiliki suara yang keras apabila menggonggong. Oleh karena itu, dia memberanikan diri untuk menolong kawanan anjing itu. Seketika itu juga, dia berlari menuju para pemuda brandal itu, lalu menggonggong mereka dengan suara keras dan menakutkan. Dia tahu bahwa pemuda-pemuda itu dapat dihalaunya.

Tom berusaha menakuti berandalan dengan menggonggong (http://benwilder.files.wordpress.com)

Terbukti memang benar, anak-anak itu terkejut pada gonggongan yang bengerikan itu, apalagi melihat Tom memamerkan taringnya yang besar dan berlari ke arah mereka. Mereka segera menjatuhkan batu dan lari secepat mungkin karena ketakutan.

Setelah para berandal itui berhasil di usir Tom. Dia menghampiri kawanan anjing, “Pulanglah” kata Tom. “tidak ada lagi yang akan mengganggu kalian di sini.”

Setelah menyelesaikan tugasnya, iapun berlari ke arahku lagi. Aku bangga melihat Tom yang begitu hebat berusaha menolong kawanan anjing yang biasanya menganggu dia di rumah. Aku menepuk dan mengelus badan Tom dan memuji dia karena keberaniannya.

Pada malam hari, aku dan Tom melihat pemandangan yang aneh. Anjing-anjing yang telah diselamatkan Tom di pagi hari tadi, telah berkumpul di dekat pintu gerbang rumah. Tampaknya mereka ingin mengatakan sesuatu kepada Tom.

Akupun membiarkan Tom menghampiri mereka, dan ternyata benar. Sejak malam itu, kawanan anjing di perumahan kami yang telah ditolong Tom, sekarang menjadi teman-teman Tom.

Aku bangga, karena Tom telah memenangkan kebencian menjadi kasih sayang. Ia pun akhirnya mendapat kasih sayang yang sama dari anjing-anjing itu. Bukan saja itu kawanan anjing itu sangat menghormati dan kagum terhadap Tom.

Dari cerita di atas kita diajarkan untuk tetap mengasihi orang lain, sekalipun mereka yang tidak senang dengan keberadaan kita bahkan menjadi musuh kita. Cinta kasih pada akhirnya dapat memenangkan segala-galanya.

Tom memiliki banyak tman (http://photoshop-kopona.com)

Share

About roni